Capaian Pembelajaran 

Capaian Pembelajaran Program Studi Desain Komunikasi Visual UNISNU, secara umum dibekali kemampuan bersifat pengetahuan (knowlage), kreativitas (kreativity), ketrampilan (Skill competence),dan soft-skil. berikut pemaparan dari masing-masing kemampuan setiap lulusan Program Studi Desain Komunikasi Visual diharapkan mampu:  

a.  Memberikan solusi terhadap suatu permasalahan melalui pendekatan keilmuan desain komunikasi visual yang meliputi bidang Komunikasi Grafis, dan Komunikasi Visual Periklanan dengan pendekatan sains berwawasan teknologi.  

b.  Merencanakan konsep dan mengembangkan kompetensi profesi desain komunikasi visual secara mandiri maupun berkelompok team work.   

c. Merencanakan konsep dengan landasan prinsip desain yang sehingga memenuhi kaidah komunikatif, santun, serta mampu menerapkan metode desain yang efektif sehingga mampu menghasilkan karya desain komunikasi visual yang inovatif, kreatif, estetik dan berwawasan teknologi dalam melaksanakan tugasnya secara mandiri ataupun bekerja di instansi/lembaga serta dapat dipertanggung-jawabkan secara personal dan  akademik  

d. Mengembangkan “skill competence” secara manual maupun dengan dukungan sains dan teknologi yang terintegrasi pada bidang desain komunikasi visual.  

e. Memiliki wawasan yang luas dalam bidang desain komunikasi visual serta memiliki kompetensi kerja team, mampu berorganisasi, berkomunikasi dan “enterpreanure” disertai analisis dan pemikiran kritis sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru. Kelima capaian lulusan tersebut diharapkan sudah mampu diperlihatkan pada lulusan UNISNU di masa awal karier setelah wisuda dari UNISNU.  

 a. Pengetahuan 

P1.  Pengetahuan dasar berbagai bidang desain komunikasi visual yang mencakup sejarah desain, prinsip dasar seni dan desain, elemen desain, prinsip dasar komunikasi, teori dasar warna, konsep desain, desktop publishing, project brief, design brief, proses kreatif, ilustrasi, user interface, tipografi, layout, manipulasi gambar, photography, videography, motion graphic, animasi, metode produksi web design, dan teknologi produksi.  

P2.  Pengetahuan pendukung keilmuan desain komunikasi visual mencakup: pengelolaan komunikasi, generating idea, manajemen desain, analisis visual, digital marketing, kreativitas, entrepreneurship, kolaborasi media, organisasi dan budaya visual.  

P3.  Pemahaman kritis bidang desain komunikasi visual meliputi aspek strategi desain, design thinking, konsep desain, satuan ukuran standar sesuai proyek. dan design making  

P4. Pengetahuan perancangan dan metodologi penelitian untuk desain komunikasi visual.  

P5. Pengetahuan tentang alat-alat produksi dan piranti lunak produksi serta teknologi informasi.  

P6.  Kemampuan mengembangkan perilaku budaya, serta prosesnya tumbuh akan gagasan sebagai solusi.  


b. Kreativitas (Creativity) (C) 

C1. Memiliki ketrampilan dalam menampilkan pembeda atau ciri khas serta gagasan  melalui pola pikir segar, kreatif namun terstruktur, terukur guna memecahkan masalah komunikasi visual, melalui metode generating idea: brainstorming,

mindmapping, maupun bite system.   

C2.  Memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah komunikasi visual dengan ui pendekatan kreatif serta pola fikir yang berbeda, baik gagasan, ataupun rancangan visual dengan aplikasi media didalam penyampaian pesan.  

C3.  Mampu menganalisis secara integral dan berpikir kritis melalui pendapat, asumsi, konsep serta informasi didalam menyelesaikan masalah komunikasi visual.  


c. Keterampilan (K)  

K1.  Memiliki keterampilan membuat sketsa secara manual, peka pada unsur gambar (garis, bidang, warna dst.) dan peka dalam estetika desain.  

K2.  Keterampilan dalam menghubungkan dan menerapkan basic knowlage, pengetahuan pendukung, pengetahuan teori desain komunikasi visual dengan implementasi didalam pemilihan, pembuatan serta evaluasi karya. 

K3.  Keterampilan dalam mengoperasikan teknologi berupa perangkat lunak desain grafis, perangkat keras dan perangkat penunjang serta cepat tanggap terhadap IoT dan dinamika perkembangannya guna mendukung dalam membuat karya desain

komunikasi visual.  

K4. Keterampilan dalam menerjemahkan desain menjadi materi siap produksi/publish. 

K5. Keterampilan menggali, membaca, meneliti, dan mengolah data/informasi dari  project brief dan merumuskan menjadi design brief. 

K6.  Keterampilan dalam menciptakan dummy karya desain. 

K7.  Kemampuan didalam menetapkan win-win solution untuk pihak pemberi proyek  dan kebermanfaatan publik serta meningkatnya kualitas kehidupan dan  lingkungan.  

K8.  Teliti dalam menilai, cek proses kerja, mereview hal-hal terkait proses dan kesempurnaan penyajian.  

K9.  Kemampuan mengamankan dan menemukan kembali semua data mengenai kemajuan kerja yang lengkap, mendokumentasi, menyimpan, untuk menjamin keaslian dan mencegah duplikasi.  


d. Sikap (S)  

S1.  Bertanggung jawab terhadap publik dan lingkungan baik di organisasi maupun profesi.  

S2.  Memiliki etika, perilaku serta moral yang konsisten dengan integritas sebagai akademis dan kepribadian beralandaskan aswaja yang baik didalam menyelesaikan tugasnya.  

S3.  Bersikap aktif dan interaktif dalam melakukan komunikasi dan koordinasi pekerjaan diantara pihak-pihak yang berkaitan dengan proses produksi.  

S4.  Mampu sebagai teamwork dan berorganisasi. 

S5.  Bekerja secara terstruktur, efektif, serta tanggap. 

S6.  Memiliki kesadaran budaya yang tinggi. 

S7. Terbuka terhadap berbagai situasi baru seperti gagasan dan kolaborasi dari  berbagai disiplin ilmu desain, eksploratif mencari ide, dan terbuka terhadap kritik  dan saran.  

S8.  Mampu berwirausaha secara mandiri dalam mencari inovasi produk dan bisnis pada industri kreatif.  


e. Communication Skills (CS)  

CS1. Ketepatan dalam menjelaskan alasan pemilihan karya dan keterampilan menggunakan bahasa yang baik, pribadi yang sopan dan keberanian dalam memberikan presentasi desain.  

CS2. Mampu menyampaikan ide melalui verbal dan lisan dengan baik (terorganisir dan sederhana)  

CS3. Kemampuan untuk berkomunikasi, menerapkan strategi, konsep, argumentasi, dan analisis karya secara akurat menggunakan analisis dan arguman terstruktur dan relevan.  

CS4.  Menjadi komunikator yang kreatif serta efektif dan mampu menyampaikan presentasi yang menarik secara visual, verbal, bersifat persuasif didalam  konten dan penggayaan.  

CS5. Kemampuan melaksanakan koordinasi antara desainer dengan pihak produksi.


Struktur Kurikulum DKV Program Sarjana

Berdasarkan pedoman yang tertuang pada UU no Permendikbud no. 3 Tahun 2012  bahwa semua kurikulum perguruan tinggi harus sesuai dengan SN-PT Dikti Perpres No.8/2012 Penerapan KKNI di PT  Permendikbud No. 73/2013 SN DIKTI,  Permendikbud No.49/2014. Maka dasar penyusunan kurikulum ini telah disesuaikan dengan kurikulum berbasis merdeka belajar dimana didalamnya telah tertuang tata kelola mata kuliah yang dapat diambil oleh mahasiswa selama 3 semester atau setara dengan 40 SKS.

Dengan dikeluarkannya Permendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) maka semua program studi pada Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia perlu menyesuaikan kurikulumnya. Dalam kurikulum ini terdapat 3 pembagian mata kuliah berdasarkan KKNI yakni terdapat mata kuliah umum, mata kuliah wajib bidang studi, serta mata kuliah pilihan bidang studi. Mata kuliah umum akan ditempuh dilevel semester 1-3 sedangkan mata kuliah wajib prodi akan dilaksanakan di semester 48, untuk mata kuliah pilihan sendiri akan di laksanakan di semester 4 sampai dengan 7 dengan penyusunan mengacu pada setiap profil lulusan yang ingin dihasilkan. 

1. Konsentrasi Desain konten & promosi

Mata kuliah penciri 

• Konten marking 

• Desain Web 

• Media Interaktif 

• Teknik Promosi digital 

• Pameran digital

• Public speaking 

2. Konsentrasi Strategi Branding & Periklanan

Mata kuliah penciri 

• Desain karakter 3D

• Strategi branding 

• Tourism branding

• Riset dan pengembangan  iklan 

• Analisis pasar iklan 

• Event Organizer 

Dalam penyesuaian kurikulum ini mengadopsi hak pembelajaran diluar prodi oleh mahasiswa yang setara dengan 20 SKS yang di ambil diluar prodi DKV dengan peran dosen pembimbing akademik yang mampu mengarahkan keinginan mahasiswa supaya tetap sesuai dengan luaran yang diharapkan oleh pihak prodi DKV.  Dalam model kurikulum berbasis kampus merdeka disesuaikan dengan model KKNI 8 semester, yakni menata ulang komponen MK kedalam muatan kurikulum KKNI disesuaikan kebutuhan dengan merdeka belajar dan reguler. Dalam kurikulum hanya terdapat 2 jalur peminatan (Konsentrasi Desain konten & promosi, Konsentrasi Strategi Branding & Periklanan)  dengan pembelajaran diluar prodi atau kampus sebesar 8 sks di mata kuliah KKN dan Kerja profesi, namun dalam merdeka belajar saat ini dikondisikan dengan 20 sks yang tersebar dalam beberapa MK yang mampu dikonversi sesuai dengan kebutuhan  dilapangan seperti pertukaran pelajar maupun magang di industri.